Selebrasi Berdarah

18 Jul 2010

paulo-diogo

Paulo Diogo

Ada-ada saja polah pemain merayakan golnya. Kalau di ranah Piala Dunia, Roger Milla disebut sebagai Bapak Tarian Selebrasi, di kancah klub mungkin selebrasi Paulo Diogo yang tak terlupakan bukan karena selebrasinya yang menarik, melainkan karena kebodohan Diogo sehingga jarinya diamputasi.

Insiden selebrasi berdarah Diogo terjadi pada 5 Desember 2004. Gelandang klub Liga Swiss, Servette, itu mencetak gol di menit 87 di laga away melawan FC Schaffhausen. Saking girangnya, ia meloncati pagar besi pembatas dengan fans. Naasnya, ia tak hati-hati, cincin kawin yang melingkar di jari manis tangan kirinya nyangkut dipagar. Lantaran ia terlalau semangat lompat, ruas atas jari manisnya pun putus.

Stewards (pengaman) lapangan ramai-ramai mencari jarinya. Seusai laga, Diogo diangkut ke rumah sakit Zurich. Dokter gagal menyambung potongan jarinya. Tak pelak, pihak medis memutuskan untuk diamputasi jarinya.

Sesuai insiden itu, Diogo kembali merumput. Tapi, wasit Florian Etter mengganjarnya dengan kartu kuning karena dianggap berlebihan dan buang-buang waktu saat merayakan golnya. (Pro Gol Edisi Juli 2010).


TAGS


-

Author

Follow Me